Minggu, 21 Agustus 2011

DEFINISI BELAJAR


BELAJAR
A.     Apa itu belajar
1.belajar secara sederhana dikatakan  sebagai prosess perubahan dari belum mampu menjadi sudah mampu yang terjadi dalam waktu tertentu.[1]
            B.   Berbagai rumusan tentang belajar
                   Para ahli beraha  merumuskan tenang belajar dibawah ini dikemukakan bebrapa perumusannya .
1.      Dalam bukunya conditioning and instrumental learning (1967),walker menemukan arti belajar dengan kta-kata yang singkat yakni “perubahan perbuatan sebagai akibat dari pengalaman “.definisi yang singkat dan sederhana ini tampaknya mencakup segala sesuatu yang diingkari ,dalam pengertian belaja.
2.      Skinner,seperti yang dikutip Barlow (1985)dalam bukunnya educational psychology he learning proses bahwa brpendapat belajar adalah suatu proses adaptasi yang berlangsung secara progresip.
3.      Hinzzman (1978) dalam bukunya the psychology of learning and memory.Berpendapat bahwa”learning is a change in organisme due to experience which can affact  the organism behavior (belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme manusia atau hewan disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku).
4.      Reber (1989)dalam kamusnya dictionary of psychology.Membatasi belajar dengan dua definisi petama belajar adalah The proses of acquiring knowledge(proses memperoleh pengetahuan). Pengertian ini bias any lebih sering digunakan dalam pembahasan psikologi kognitif yang ole sebagian ahli dipandang kurang representatifkarena tidak mengikutsertakan perolehan keterampilan nonkognitif. Kedua,belajar adalah a relatively permanent change in respon which occus as result of reinforced of practice.(suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relatrif langgeng sebagai latihan yang diperkuat).dalam definisi ini terdapat 4 macam istilah yang esensialdan perlu disoroti untuk memahami.proses belajar istilah isyilah tersebut meliputi.
·         Relatively permanent (yang secara umum menetap )
·         Respon potentiality( kemampuan bereaksi)
·         Reinforced (yang diperkuat)
·         Practice (praktek atau latihan )

C. Arti penting belajar bagi perkembangan manusia.
Sebagai suatui proses,belajar hampir selalu mendapat tempat tempat yang luas dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya kependidikan,misalnya psikologi kependidikan dan psikologi belajar.perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar.disebabkan oleh kemampuan untuk berubah karena belajarlah,maka manusia dapat berkembang lebih jauh dari makhluknya.contoh lain yang lebih penting dalam, uraian ini adalah perkembangan kognitif  dalam hal berfikir komplexs dan baikhampir dapat dipatikan tidak terjadinya dengan sendirinya tergantung pada proses belajar.proses belajar berfikir secara baik itu sendiri menurut presey dan mc cormik(1995)pada umumnya berlangsung sebagai hasil proses mengajar dengan pendekatan-pendekatan seperti:
·         direct explanation yaitu para siswa diajar secara langsung
·         guided explanation para siswa diajari merampungkan tugas dengan menggunakan stratefi step by step(selangkah demi selangkah tinggi rendahnya kualitas perkembangan manusia akan menentukan masa depan peradaban manusia itu sendiri.
D. Arti penting belajar bagi kehidupan manusia.
Belajar juga menentukan peran penting dalam mempertahankan kehidupan sekelompok manusia ditengah tengah persaingan yang semakin ketat diantara banga lainnya yang lebih dahulu maju karena belajar.Akibat dari persaingan tersebut ,kenyataan tragis bisa pula terjadi karena belajar.contoh,tidak sedikit orang pintar yang menggunakan kepintarannya untuk membuat orang lain terpuruk atau bahkan menghancurkan kehidupan orang lain.Meskipun ada dampak negatifnya dari hasil belajar pada sekelompok manusia tertentu,kegiatan belajar tetap memiliki arti penting,belajar juga sebagai alat mempertahankan kehidupan manusia.

E. hubungan belajar dan berfikir
            belajar dan berfikir merupakan dua proses yang tidak dapat dipisahkan.meskipun demikian,keduanya merupakan proses proses yang berbeda.belajar adalah merupakan suatu proses terjadinya perubahan perilaku,tetapi berfikir saelalu menghasilkan perubahan perilaku.
            Berfikir merupakan suatu proses mental yang tidak kasat mata.proses ini hanya dapat diamati perilaku yang Nampak.dengan kata lain proses berfikir hanya dapat disimpulkan dari perilaku yang diarahkan oleh pikiran sebagai perilaku yang terjadi secara sembarangan.
Berfikir tidak dapat langsung karena merupakan suatu reresentatis simbolis baik Dari suatu objek ,peristiwa,idea tau hubungan-hubungan antara hal-hal tersebut.represntasi simbolis dalam kerangka mental itu kemudian diolah sedemikian rupa sehingga terjadi suatu proses berfikir.berfikir tidak selalu memecahkan masalah ,tetapi juga untuk membentuk suatu konsep tertentu,menimbulkan ide-ide kreatif.secara singkat ,berfikir merupakan suatu prosespengolahan symbol yang diarahkan pada pengertisn yang lebih mengenai lingkungan dan dirinya  sendiri.
F. teori teori belajar
            banyak psikolog beranggapan bahwa belajar merupakan suatu proses asosiatif,yaitu asosiasi atau koneksi antara suatu rangsangan tertentu (stimulasi atau s)dengan reaksi tertentu (respon aatau r)sementara itu ada yang menyatakan bahwa belajar secara sederhana memang dapat terjadi secara asosiasi S-R seperti itu,tetapi dalam proses belajar yang rumit,kompleks,persepsi,serta pengertian akan situasi secara keseluruhan lebih memegang peranan.
            Selain itu belajar tidak semata ,mata merupakan suatu akibat dari kondisi dalam lingkungan seperti model-model belajar classical dan instrument conditioning,tetapi juga bisa terjadi karena mencontoh perilaku dibahas dan disebut sebagai observational learning.
v  Classical conditioning.
Teori ini bermula dari percobaan seorang ahli faal rusia yang bernama ivan petrovich pahlov (1849-1936).Eksperimen banyak dikutip oleh para ahli psikologi mengenai reflex-refleks sederhana pada binatang,seperti pada reflex pengeluaran air liur pada anjing.dalam eksperimen  ini seekor anjing diikat pada suatu tempat menghadap cermin dan salah satu bagian pipinya dilubangi lalu ditanamkan pipa dan sebuah kapsul untuk mengukur keluarnya air liur (saliva). Banyak saliva yang keluar ini dicatat secara otomatis laboratorium dirancang kedap suara dan makanan dapat diberikan kpaa anjing secara otomatis.[2]
v  Operant /instrumental conditioning.
Operant conditioning beranggapan bahwa organisme mampu melakukan tindakan tindakan atas inisiatif sendiri endiri dalam loingkumgannya,tidak seperti pada classical conditioning dimana organism menjadi objek relatip pasif ,selain itu dalam operant conditioning.conditioned respone tidak selalu sama dengan yang dihasilkan oleh conditionin.
v  Cognitive lesrning.
Menurut para ahli untuk perilaku – perilaku yang lebih kompleks,proses proses cognitive yaitu pengetahuan dan presepsiseseorang akan lingkungannya,mempenyuai peranan yang amat besar.dalam otak orgsanisme, khususnya manusia sudah terdapat suatu struktur kognitif ini akan mengelola dalam .informasi yang diterima dari lingkungan. Struktur cognitive yang antara lain terdiri dari pengalaman-pengalaman organism. Dengan demikian, respons organisme terhadap lingkungan merupakan proses pengambilan keputusan.
v  Observational Laerning
Dalam perilaku mencontoh, organism mengidentifikasikan diri pada suatu model, merencanakan tujuan-tujuan pribadi yang akan dicapai, melakukan self-reinforcment untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut berbagai penelitian menunjukan bahwa dalam proses belajar mencontoh faktor-faktor seperti karakteristik model dan motivasi organisme yang belajar (siswa) memegang peranan lebih penting daripada pemberian insentif atau penguat pada umumnya.
Banyak dampak positif yang diperoleh dari proses belajar mencontoh ini, dan yang sederhana seperti menggunakan alat-alat rumah tangga, sampai yang sangat kompleks, seperti dalam belajar bahasa, dan prilaku membantu. Meskipun demikian tak kurang dampak negative dari proses belajar seperti ini.
v  Conectionism
Teori koneksionism adalah teori yang dikemukakan dan dikembangkan oleh EDARD L.Thorndike belajar adalah hubungan antara stimulus dan respons[3]
v  Cognite Theory
Theory pysikolog kognitif adalah bagian t adalah bagian terpeting dan sains kogitif yang telah member kontribusi yang sangat berarti dalam perkembangan pikolog belajar.sains kognitif merupakan himpunan disiplin yang terdiri [4]atas:psikolog kognitif,ilmu-ilmu computer linguistic,intelegensi buatan ,matematika,epistemologi dan psikologi syaraf.[5]
G. Konsepsi-konsepsi yang disusun atas dasar pemikiran spekulatif
1.      Belajar menurut ahli-ahli golongan skolstik
Menurut pendapat aliran skolastik, belajar itu pada hakikatnya adalah mengulang bahan yang harus dipelajari. Dengan diulang-ulangitu maka bahan pelajaran akan makin diingat (dikuasai_. Jadi menurut aliran skolastik, inti bekajar itu adalah ulangan.
2.      Belajar menurut golongan kontra reformasi
Ahli-ahli dari golongan kontra reformasi pada hakikatnya melanjutkan dan mempertahankan  apa yang telah dirumuskan oleh ahli-ahli slkolstik, jadi mereka menganggap sebagai inti kegiatan belajar adalah ulangan suatu semboyan yang dipopulerkan oleh golongan ini masih tetap popular sampai sekarang, seringkali diikuti  orang, yaitu semboyan yang mengatakan bahwapiokok atau induk belejar itu adalah mengulangi semboyan tersebut berbunyi : “Repetitio est mater studiorum”.
3.      Belajar menurut konsepsi ahli-ahli psikologi daya
Para ahli dari aliran psikologi daya ini memikirkan jiwa di analogikan dengan raga atau jasmani. Sebagaimana raga (jasmani) itu mempunyai tenaga atau daya, maka jiwa juga dianggap memmililki daya-daya, misalkan daya untuk mengenal, daya mengingat, daya berkhayal, daya berfikir, daya meraskan, daya menghendaki dan sebagainya.
4.      Ebbinghaus merintis cara pendeka tan eksperimental
Hermann ebbinghaus, sesuai dengan situasi zamannya, tela h merintis cara pendekatan eksperimental dalam membahs belajar ini. Seperti telah dikemukakan pada BAB II, ebbinghaus berusaha menghafal sejumlah besar kombinasi-kombinasi huruf tanpa arti ecara berulang-ulang. Dari eksperimn yang dilakukan itu dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam konsepsi ebbinghaus inti dari belajar itu tidak lain dan tidak bukan juga ulangan.
5.      Behaviorisme
Tokoh utama aliran ini adalah J.B Watson. Watson sebenarnya mula-mula belajar filsafat, tetapi kemudian pindah kedalam lapangan psikologi. Sejak tahun 1912 watson telah menjadi terkenal karena penyelidikan-penyelidikannya mengenai proses belajr pada hewan.

            H. prinsip prinsip belajar
untuk memperoleh pengertian belajar telah dikemukakan prinsip prinsip belajar  diantaranya sebagai berikut:
1.      Belajar sebagai usaha memperoleh perubahan tingkah laku .perbedaan yang terjadi pada individu ragham baik fisik maupun jenisnya untuk itu setiap individu yang belajar akan mendapattkan perubahan yang beragam,baik fisik maupun mental,dengan sendirinya membentuk beragam hal tingkah laku.adapun hasilyang disebut oleh proses belajr. Adalah:
a)      Perubahan yang disadari
Bahwa setiap individu yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan pada dirinya.
Contoh;Bertambahnya pengetahuan
b)      Perubahan dalam belajar yang bersifat kontnu dan fungsional
Perubahan yang terjadi dalam individu berlangsung terus menerus.artinya satu perubahan menjadi acuan untuk perubahan berikutnya.
c)      Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif.
Dalam perubahan belajar tertuju untuk memperoleh yang baik dari yang srbelumnya,sedangkan perubahan yang bersifat aktif yaitu perubahan yang terjadi karena usaha individu sendiri.
d)      Perubahan yang bukan bersifat temporer tapi menunjukan pertumbuhan yang terus menerus dan memiliki tujuan yang jelas.
2.      hasil belajar ditandai dengan perubahan sel;uruh aspek tingkah laku.
Jadi yidak hanya satu aspekatau satu macam tingkah laku melainkan seluruh aspek tingkah laku.
Contoh: seseorang yang belajar mengendarai motor,maka tidak saja mempelajari teknik mengendarai motor namun akan mengalami perubahan seperti cara kerja motor dan pengetahuan tentang alat-alatnya.
3.      belajar merupakan suatu proses
hal ini bahwa perbuatan  belajar merupakan suatu kegiatan bukan benda statis.
4.      Karena adanya dorongan dan tujuan.
Bahwasannya pelajar mesti menyadari bahwa kegiatan tingkah laku merupakan manisfestasi usaha individu untuk mencapai tujuan.
Contoh:seperti mahasiswa jurusan bahasa inggris belajar bahasa inggris untuk memiliki kecakapan dalam berbahasa inggris sehingga dapat pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang diambilnya.
i.Faktor –faktor yang mempengaruhi belajar .
didalam faktor-faktor belajar ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi belajar diantaranya faktor pendorong dan faktor kesulitan dalam belajar.
            Seperti yang dikatakan oleh cooney bahwa faktor pendoronbg dan faktor penyebab keulitan belajar diantaranya:
v  Faktor fisiologis
Faktor ini yang berkaitan kurang berfungsinya otak, susnan syaraf bagian-bagian tubuh yang lain, oleh karena mengalami faktor ini akibatnya ia akan mengalami hambatan ket ika belajar.
v  Faktor social
Merupakn suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah jika orang tua dan masyarakat sedikit berpengaruh terhadap kegiatan belajar dn kecerdasan siswa.
Contoh: orangtua yang sering menyatakan bahwa bahasa inggris adalah bahasa kafir.
v  Faktor kejiwaan
Faktor ini berkaitan dengan kurang dukungannya perasaan hati (emosi) siswa untuk belajar secara sungguh-sungguh.
Contoh: siswa yang tidak suka mata pelajaran tertentu karena selalu gagal mempelajari pelajaran itu akibatnya  aiawa akan mengalami keaulitan belajar, ini merupakan contoh faktor emosi.
v  Faktor intelektual
Dalam fktor ini berkaitan dengan kurang moralnya tingkat kecerdasan siswa, disinilah peranan seorang guru sangat dipentingkan untuk meyakini bahwa setiap siswa mempunyai tingkat kecerdasan yang berbeda.
v  Faktor kependidikan
Faktor kependidikan adalah faktor yang berkaitan dengan belum mantapnya lenbaga pendidikan secara umum. Guru yang tidak  bias memotifasi siswa untuk belajar lebih giat, guru yang tidak pernah memeriksa pekerjaa siswa adalah contoh dari faktor penyebab kesulitan dan pada akhirnya menyebabkan ketidakberhasilan siswa.[6]
J.ALIH BELAJAR (Transfer of leraning)
Bila suatu pengnhetauhuan akan terampil yang diperoleh dari suatu proses belejar pada waktu tertentu mempengaruhi proses belajar atagu transfer of leraning. Bila pengaruhnya tersebut mempermudah suatu pengetahuan atau ketermpilan yang baru, maka dikatakan terjadi alih  belajar negative.
Alih belajar positif vertical (tegak lurus) dapat terjadi dalam diri seorang siswa apabila pelajar yang telah dipelajari dalam situasi tertentu membantu siswa tersebut dalam menguasai pengetahuan / ketermpilan yang lebih tinggi atau rumit.misalnya, seorang siswa SD yang telah menguasai prinsip penjumlahan dan engurangan pada waktu dia menduduki kelas II akan mudah mempelajari perkaian pada waktu dia menduduki kelas III. Sehubungan dengan hal ini, penguasaan materi pelajaran kelas II merupakan prerequisite (prasyarat) untuk mempelajari meteri pelajaran kelas III.
Alih belajar positif lateral (kearah samping) dapat terjadi dalam diri seorang siswa apabila ia mampu mengunakan materi yang telah dipelajarinya untuk mempelajari materi yang sama kerumitannya dalam situasi-situasi yang lain.misalnya, seorang lulusan STM yang telah menguasai teknologi “ X ” dari itu, ia juga mampu mengikuti pelatihan menggunakan teknologi mesin-mesin lainnya yang mengandung elemen dan kerumitan yang kurang lebih sama dengan mesin “ X “tadi. Alhasil, alih belajar positif lateral itu dapat dikatakan sebagai gejala wajar yang memang sangat diharapkan baik oleh pihak pengajarmaupun pelajar. Namun, idealnya hasil belajar siswa tidak hanya dapat digunakan dalam konteks kehidupan yang sama rumitnya dengan pelajar, tetapi juga dapat digunakan dalam konteks kehidupan yang lebih kompleks dan penuh persaingan.
Contoh dari alih belajar positf antara lain: seseorang yag telah dapat mengendarai sepeda motor lebih mudah jika ia belajar mengendarai mobil pengetahuan dan kecakapannya mengendarai sepeda motor diterapkan atau ditransfer kepada kecakapan mengendarai mobil.
Contoh dari alih belajar negative juga cukup banyak, seseorang ang terbiasa belajar dan berfikir bahasa Indonesia tentu mengalami cukup banyak kesulitan untuk mempelajari bahasa-bahas yang kaidahnya berblawanan dengan bahasa Indonesia, seperti bahasa inggris, atau mandarin. Seirang supir bus yang biasa di jalur kiri di Indonesia, tentu membutuhkan waktu penyesuaian yang cukup lama bila mengendarai bus di amerika serikat,yang menggunakan jalur kanan.
K.Aplikasi belajar
dalam mempermudah pemahaman kita mengenai bagaimana sebenarnya proses belajar
,berikut ini akan dikemukakan dua contoh sederhana sebagai gambaran.setelah itu akan     dikemukakan pula sebuah contoh tandingan yang disertai komentar seperlunya.  
Seorang anak balitamemperoleh mobilmobilan dari ayahnya.lalu ia mencoba mainan ini cara memutar kuncinya dan mletakannya pada suatu permukaan atau dataran .perilaku “memutar “tersebut merupakan respon atau reaksi atas rangsangan yang timbul/ada pada mainan itu(misalnya kunci dan roda mobil mobilan tersebvut).
            Pada tahap permulaan ,respon anak terhadap stimulus yang ada pada mainan tadi biasanya tidak tepat atau setidak tidaknya tidak teratur.namun, berkat latihan dan pengalaman berulang-ulang,lambat laun ia menguasai dan akhirnya dapat memainkan mobil mobilan dengan baik dan sempurna.sehubungan dengan contoh ini,belajar dapat kita pahami sebagai proses yang dengan prose situ sebuah tingkah laku ditimbulkan dan diperbaiki melalkui serentetan reaksi atas situasi atau rangsangan yang ada.
            Contoh lainnya,bayangkanlah bahwa si fulan sedang berada dalam sebuah ruangan eksperimen yang pintu dan jendelanya terkunci rapat.ia sangat lapar .tetapi tidak tahu bagaimana mengatasi rasa laparnya itu.apakah yang dapat si fulan lakukan?mungkin ia akan berteriak meminta pertolongan,tetapi tidak melakukannya karena sia sia belaka .daripada berteriak berteriak ia merasa lebih baik mengeliling ruangan itu.ia mengamnati seluruh bagiannya,bahkan meraba raba sambil mencari sesuatu berkali kali.
            Akhirnya fulan menemukansebuah tombol kecil dekat lubang tipis yang lebarnya kira kira 10 cm.ia menemukan tombol itu lalu terdengar bunyi “tit-tit-tit”.diiringi suara laksanma jatuhnya sebuah benda ringan.namun ia tidak melihat apa apa.menghadapi situasi eperti ini ia mundur untuk menghindari sesuatu yang mungkin menceleakakannya.namun ketika suara aneh itu berhenti ,tiba tiba sebuah benda tipis dan bulat muncul darri lubang tersebut ,ternyata biscuit!tombol itu ia tekan lagi berkali kali untuk menghasilkan biscuit sebanyak banyaknya,hingga akhirnya ia merasa kenyang.
            Dalam situasi seperti diatas,tombol dan lubang tadi merupakan stimulus,selanjutnya rasa lapar yang si fulan alami adalah  motivasi kedua unsure ini lalu menimbulkan respons khusus yang akan terus meniongkat dan lebih teratur,karena adanya enguat yakni biscuit.peristiwa seperti tadi dalam psikolog belajar dikenal dengan istilah instrument conditioning ataau operant conditioning.menurur Houston (1986)responseterhadap stimulus itulah yang disebut instrumental (penolong)yang berguna untuk memperoleh sesuatu atas perunahan yang diharapkan.
            Nmun perlu dipertanyakan .apakah belajar itu benar benar hanya ditandai oleh adanys reaksio antara stimulus dengan respons?bagaimanapun,peristiwa belajar yang dialami manusia itu bukan semata mata masalah respons terhadap stimulus (rangsangan)yang ada ,melainkan karena danya self_regulation dan self direction yakni pengaturan dan pengarahan yang dikontrol oleh otak yang boleh jadi lebih penting.fungsi otak sebagai pengendali seluruh aktifitas mental dan behavioral menurut tinjauan kognivists(para ahli kognitif)sangat menentukan proses belajar manusia.
            Ambilah sebuah contoh seorang anak balita bernama utsur ubadi sedang mempelajari kata “kucing”dari ibunya.ketika anak itu melihat kucing jantan kecil,dan berbulu hitam dirumahnya ibunya berkata,”itu kucing”lalu anak itu menirukan “itu kucing”menurut best (1990)segala citra kucing yang ia lihat itu berubah jadi echonic memory yang semulanya terserap oleh sensory register dan tersimpan dalam gudang sementara kurang dari satu detik kemudian,informasi dalam bentuk  game yang mengiringi informasi citra tersbut(iconic memory atau echonic memory)diserap oleh shorterm memory(subsistem akal jangka pendek)untuk diproses menjadi arti arti selama kurang dari satu detik,lalu diserap oleh subsistem memory /akal permanent.dalam subsistem akal permanent anak bali tadi ,telah tersimpan juga iem item informasi lain sepert kata “bagus”kata “suka”dan item item tertentu yang pernah ia lihat atau dengar sebelumnya.
            Kemudian keesokan harinya anak balita tadi melihat kucing lain diluar rumahnya dan ibunya bertanya “apa itu?”  saat pertanyaaan ini diterima,system akal anak tersebut kembali berproses mencari jawaban,dan hasilnya diluar dugaan ternyata bukan hanya kata “kucing”yang ia peroleh melainkan juga kata “bagus”dan kata “suka”dan tatanankalimat yang logis.ia menjawab “itu kucing bagus bu,utsur suka !” padahal struktur kalimat yang melibatkan tiga kata itu(kucing,bagus,suka)tak pernahg ia pelajari.bahkan kucing yang ia lihat dirumahnya itu itu pun jenis kelaminnya dan warnanya berbeda dengan kucing yang ia lihat dirumahnya kemarin.
            Alhasil, belajar pada hakikatnya merupakan proses kognitif yang mendapat dukungan dari ranah psikomotor dalam hal ini meliputi:memdengar,melihat,mengucapkan.adapun jenis dan manifestasibelajar yang dilakukan siswa hampir dapat dipastikan selalu melibatkan fungsi ranah akalnya yang investasi penggunaanyatentu berbeda antara satu peristiwa belajar dengan peristiwa belajar lainnya.tugas kita dalam hal ini member contoh penggunaan strategi kognitif yang tepat dalam arti sesuai dengan kapasitas umum siswa dan selara dengan kebutuhan serta tingkat kesulitan materi yang anda ajarkan kepada mereka.      

















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar